Makalah Perbedaan dan Strategi Dakwah ( Kel.4)

 

MAKALAH

PERBEDAAN STRATEGI DAKWAH DAN METODE DAKWAH

 

Dosen Pengampu :

Yunita Dwi Putri, M.Kom

Disusun oleh :

1. Agita Mesha Wiliannur              : 2111310019

2. Rizki Ramadhan                         : 2111310002

3. Suparmi                                      : 2111310009

4. Rivelda Iham Sari                       : 2111310007

 

PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

JURUSAN DAKWAH

FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB DAN DAKWAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI SUKARNO BENGKULU

2024


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan kesempatan pada tim penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah tim penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan keadaaan sehat. Selain itu, penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca.

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada ibu Yunita Dwi Putri, M.Kom, selaku dosen mata kuliah. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Tim penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini.

Tim penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

Bengkulu, 15 September 2024

 

 

Tim Penulis

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI ii

BAB I 1

PENDAHULUAN.. 1

A.    Latar Belakang. 1

B.     Rumusan masalah. 2

BAB II 3

PEMBAHASAN.. 3

A.    Pengertian Strategi Dakwah. 3

B.     Metode Dakwah. 4

C.     Konsep Metode Dakwah di Era Globalisasi dan Jenisnya. 5

BAB III 6

PENUTUP. 6

A.    KESIMPULAN.. 6

DAFTAR PUSTAKA.. 7

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dakwah merupakan salah satu upaya penting dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat luas. Dalam praktiknya, dakwah tidak hanya sekadar menyampaikan pesan agama, tetapi juga menuntut pendekatan yang terencana dan terstruktur. Di sinilah peran strategi dan metode dakwah menjadi sangat vital. Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang berdampak signifikan terhadap efektivitas proses dakwah itu sendiri. Sebuah dakwah yang efektif bukan hanya soal isi pesan yang disampaikan, tetapi juga tentang bagaimana pesan itu dapat diterima dan dipahami oleh audiens secara optimal.

 

Strategi dakwah merupakan rencana besar yang mencakup tujuan, sasaran, serta pendekatan jangka panjang yang harus diambil oleh seorang da'i atau lembaga dakwah. Strategi ini bersifat menyeluruh dan mencakup berbagai aspek, mulai dari pemetaan target audiens hingga analisis situasi dan kondisi sosial budaya yang ada. Seorang da'i yang menyusun strategi dakwah harus mampu mengidentifikasi tantangan serta peluang yang ada di tengah masyarakat. Strategi yang tepat akan mempermudah proses dakwah, karena pesan yang disampaikan dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi audiens yang berbeda-beda, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai.

 

Di sisi lain, metode dakwah lebih menekankan pada teknik atau cara penyampaian pesan dakwah itu sendiri. Metode dakwah bisa berbentuk lisan seperti ceramah atau khutbah, bisa juga dalam bentuk tulisan seperti buku dan artikel, atau melalui media visual dan digital seperti video YouTube dan media sosial. Pemilihan metode yang tepat akan membantu menyampaikan pesan dakwah dengan lebih efektif, terutama di era digital ini di mana masyarakat semakin mengandalkan media teknologi untuk mendapatkan informasi. Metode yang dipilih harus sesuai dengan karakteristik audiens dan kebutuhan zaman agar pesan dakwah tidak hanya tersampaikan, tetapi juga mudah dipahami dan diaplikasikan.

 

Keduanya, strategi dan metode dakwah, memiliki keterkaitan yang kuat. Sebuah strategi dakwah yang baik akan menentukan metode dakwah yang paling tepat untuk digunakan. Dengan memahami perbedaan ini, para da'i dapat menyesuaikan pendekatan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan dakwah di masyarakat modern. Makalah ini akan menguraikan perbedaan antara strategi dan metode dakwah serta memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya keduanya dalam menjaga relevansi dakwah Islam di tengah perkembangan zaman.

B.    Rumusan masalah

1.     Apa perbedaan mendasar antara strategi dakwah dan metode dakwah dalam konteks penyebaran ajaran Islam?

2.     Apa saja perbedaan konsep penyampaian antara strategi dan metode dakwah?

 


BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Strategi Dakwah

Strategi dakwah merupakan bentuk wacana dan wasilah sebagai syiar dan visi misi dakwah ataupun bentuk amar ma’ruf nahi mungkar, yang harus didistribusikan ke ruang lingkup umat Islam dan berbagai homogen masyarakat yang basic dan latar belakang pengetahuan yang berbeda pemahaman dan berbeda metode menganalisis materi dan pesan yang disampaikan oleh para penda’i, baik yang ditujukan dikalangan masyarakat yang minoritas masih menyerapi pengetahuan yang minim berbagai dimensi ataupun sebaliknya.

Strategi dakwah adalah tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan dakwah. Dalam kaitannya dengan strategi dakwah Islam, perlu diketahui pengakuan yang tepat dan tepat atas realitas kehidupan manusia sebagaimana yang sebenarnya terjadi dan kemungkinan adanya realitas kehidupan yang berbeda antar masyarakat. Pada hakekatnya Strategi merupakan rencana yang menyeluruh, terpadu, yang menjabarkan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan dakwah organisasi atau majelis.

Strategi juga merupakan suatu rencana tindakan termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan. Dengan demikian, strategi adalah proses penyusunan rencana kerja, belum sampai pada tindakan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, yang artinya dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi, perlu merumuskan tujuan yang jelas serta dapat diukur keberhasilannya.

Al-Bayanuni membagi berbagai strategi dakwah sehingga dengan strategi tersebut dapat dijadikan sebagai bentuk acuan yang akurat dan fleksibel oleh penda’i lainnya diantaranya, ada tiga bentuk yaitu; 1. Strategi sentimentil (al-manhaj al-'athifi). 2. Strategi rasional (al-manhaj al-'aqli). 3. Strategi indriawi (al-manhaj al-hissi).

 

B.    Metode Dakwah

Pengertian metode menurut bahasa metode berasal dari bahasa Yunani methodos yang merupakan kombinasi kata meta (melalui) dan hodos (jalan), dalam bahasa Inggris metode berarti method yang berarti cara. Sedangkan dalam bahasa Arab metode disebut thariq. Dalam kamus ilmiah popular metode juga dapat diartikan sebagai cara yang sistematis dan tertatur untuk melaksanakan sesuatu atau cara kerja.

 Sedangkan pengertian metode secara istilah adalah jalan yang kita lalui untuk mencapai tujuan, atau cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan sesuatu agar tercapai sebagaimana yang diinginkan. Banyak usaha yang tidak dapat berhasil atau pasti tidak membuahkan hasil optimal, kalau tidak dipakai cara yang tepat.

 

Berdasarkan defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa metode adalah ialah suatu cara yang telah diatur melalui proses pemikiran untuk mencapai suatu maksud dan tujuan yang hendak dicapai. Sementara itu yang dimaksud dengan metode dakwah adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh pendakwah dalam mengajak manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh mereka berbuat baik dan melarang berbuat jelek agar mendapat kebahagiaan dunia akhirat.

 

Dapat juga dipahami, bahwa metode dakwah (ushlub al-Da’wah) adalah suatu cara dalam melaksanakan dakwah, agar mencapai tujuan dakwah secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, segala cara dalam menegakan syari’at Islam untuk mencapai tujuan dakwah yang telah ditentukan, yaitu terciptanya kondisi kehidupan mad’u yang selamat dan sejahtera (bahagia) baik di dunia maupun di akhirat kelak. Hal ini sejalan dengan hakikat gerakan dakwah yang dinyatakan al-Ghazali. Menurutnya gerakan dakwah merupakan proses menegakan syariat Islam secara terencana dan teratur agar manusia menjadikannya sebagai satu-satunya tatanan hidup yang haq dan cocok dengan fithrahnya.

Atau bisaa dikatakan bahwa, metode dakwah merupakan jalan atau cara yang dipakai juru dakwah untuk menyampaikan ajaran dakwah. Dalam menyampaikan pesan dakwah, metode sangat penting peranannya, karena suatu pesan walaupun baik, tetapi disampaikan leat metode yang tidak benar, maka pesan itu bisa ditolak oleh penerima pesan. Metode dapat dilihat dalam Al-Quran pada surat An-Nahl ayat 125, dalam ayat tersebut adda tiga metode dakwah yaitu: (Nelson, 2010).

 

 

 

a. Bi al-Hikmah, Artinya berbicara tentang situasi dan kondisi tujuan dakwah, dan menekankan kemampuan dakwah, sehingga tidak ada paksaan dan pertentangan dalam berdakwah.

b. Mau’zatul hasanah, Yaitu dengan memberikan saran dakwah atau menyampaikan ajaran Islam dengan kasih sayang, agar ajaran dan ajaran Islam yang disampaikan dapat menyentuh hati para hadirin.

 c. Mujadalah billati hiya ahsan, Artinya, berdakwah dengan bertukar pikiran dan berdebat dengan cara yang terbaik dengan tidak memberikan tekanan yang berat pada masyarakat yang menjadi sasaran dakwah.

Metode dakwah merupakan cara, strategis, teknik, atau pola dalam melaksanakan dakwah, menghilangkan rintangan atau kendala-kendala dakwah agar dapat mencapai tujuan dakwah secara efektif dan efisien.

 

C.    Konsep Metode Dakwah di Era Globalisasi dan Jenisnya

Ada empat hal penting yang harus diorganisir oleh da’i dalam memfilter trend masyarakat global yang negatif, seiring dengan perkembangan dan trend masyarakat dunia serta masalah manusia yang semakin kompleks, yaitu;

(1)  Perlu adanya konsep dan strategi dakwah yang tepat untuk membentuk ketahanan diri dan keluarga melalui pengefektifan fungsi nilai-nilai agama, karena dengan dasar agama yang kuat dapat dijadikan filter pertama dan utama untuk menghadapi berbagai trend budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

(2)  Mempertahankan nilai-nilai budaya luhur yang dapat melestarikan tradisi positif yang pada dasarnya tidak bertentangan dengan paham dan ajaran agama (Islam) yang menanamkan nilai-nilai baik dan suci.

(3)  Perlu dukungan dan keikutsertakan semua lapisan masyarakat untuk menciptakan dan memiliki komitmen yang sama dalam melihat seberapa bergunanya nilai-nilai baru itu untuk sebuah komunitas dan kemajuan Masyarakat.

(4)  Kesiapan dan kematangan intelektual serta emosional setiap penerima pesan baru, apakah hal tersebut memang akan mendatangkan manfaat plus bagi diri dan lingkungannya.

 

 

BAB III

PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Berdasarkan penjabarann dari materi diatas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan yang paling mendasar ada pada perbedaan pengertian antara strategi an metode dakwah. Dimana strategi dakwah merupakan bentuk wacana dan wasilah sebagai syiar dan visi dan misi dakwah ataupun bentuk amar ma’ruf nahi mungkar, atau bisa juga didefinisikan strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, yang artinya dari semua keputusan penyusunan. Sedangkan metode dakwah merupakan jalan atau cara yang dipakai juru dakwah untuk menyampaikan ajaran dakwah. Dalam menyampaikan pesan dakwah, metode sangat penting peranannya, karena suatu pesan walaupun baik, tetapi disampaikan leat metode yang tidak benar, maka pesan itu bisa ditolak oleh penerima pesan.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Aliyudin (2010). Prinsp-prinsip metode dakwah menurut al-Quran. Ilmu Dakwah, 4 (15), 184-185.

Adde, E., Rifa’I, A. (2022). Strategi dakwah kultural Indonesia. Dakwatul Islam, 7 (1), 66-68.

Hasan, R. Kontribuusi dan strategi metode dakwah di era globalisasi. Jurnal Peurawi, 1 (2), 179-180

 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer