Makalah Kelompok 5

 MAKALAH

PERBEDAAN DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI





Dosen Pengampu :

Yunita Dwi Putri, S.Sos,. M.I.Kom


Disusun Oleh :

Resi Kusmitasari (2111310010)

Aulia Dian Rahmani (2111310013)

Edwin Porwanto (2111310027)

Angguun Saputra (2111310003)



PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI SOEKARNO (UINFAS) BENGKULU TAHUN AKADEMIK 2024



KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini tepat pada wakrunya. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atasbantuan dari seluruh komponen yang telah membantu dalam penyelesaian makalah yang berjudul “Perbedaan Dakwah dan Ilmu Komunikasi”.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, serta seluruh Masyarakat Indonesia khususnya para mahasiswa untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah ini agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin dalam pembuatan makalah kali ini masih banyak ditemukan kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Bengkulu, 18 September 2024


Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 

DAFTAR ISI 

BAB I PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 

B. Rumusan Masalah 

C. Tujuan Masalah 

BAB II PEMBAHASAN 

A. Pengertian Dakwah 

B. Pengertian Ilmu Komunikas 

C. Perbedaan Antara Dakwah Dan Ilmu Komukasi 

BAB III PENUTUP 

A. Kesimpulan 

B. Saran 

DAFTAR PUSTAKA 





BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dakwah dan ilmu komunikasi memiliki persinggungan dalam hal penyampaian pesan, namun keduanya berkembang dalam latar belakang yang berbeda. Dakwah merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang muncul sebagai perintah agama untuk menyebarkan kebenaran dan ajaran Islam. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pencerahan spiritual dan moral kepada umat, serta mengajak orang menuju kebaikan dan jalan yang diridhai Allah. Sejarah dakwah sudah ada sejak masa Rasulullah SAW, di mana beliau menyampaikan wahyu kepada umatnya untuk menyebarkan Islam melalui cara-cara yang bijaksana dan penuh hikmah.

Di sisi lain, ilmu komunikasi tumbuh dari kebutuhan manusia untuk memahami cara penyampaian pesan secara efektif di berbagai aspek kehidupan, seperti sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Ilmu ini berkembang melalui penelitian ilmiah dan teori yang berfokus pada proses komunikasi yang melibatkan pengirim, pesan, saluran, dan penerima. Ilmu komunikasi mulai berkembang sebagai disiplin akademik sejak abad ke-20, dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan media massa.

Latar belakang perbedaan ini muncul karena dakwah berakar pada nilai-nilai religius yang mengedepankan pesan moral dan spiritual, sementara ilmu komunikasi berfokus pada proses dan teknik penyampaian pesan dalam konteks yang lebih luas dan beragam. Perbedaan konteks, metode, dan tujuan ini mendasari perbedaan antara kedua konsep tersebut.

Rumusan Masalah 

dan Apa definisi dakwah?

Apa yang di maksud dengan ilmu komunikasi?

Bagaimana perbedaan dakwah ilmu komunikasi?

Tujuan Masalah

Mengetahui definisi dakwah

Mengetahui apa itu ilmu komunikasi

Mengetahui apa perbedaan dakwah dan ilmu komunikasi 



BAB II 

PEMBAHASAN

Pengertian Dakwah 

Dakwah merupakan usaha untuk mengajak manusia ke jalan Allah. Dalam kajian ilmu filsafat dakwah dikenal istilah ontology ilmu dakwah. ontology ialah ilmu tentang yang ada. Sedangkan ontologi dakwah membahas hal yang ada atau sumber dari segala sesuatu maka dalam penerapan dakwah, yang menjadi sumber dakwah adalah al-Qur’an dan hadist maka perlu diperhatikan apa yang menjadi sumbernya. Sehingga dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan bagi para juru dakwah.

Pengertian Dakwah Dakwah dalam konteks Islam adalah aktivitas menyeru atau mengajak orang lain untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama. Dakwah dapat dilakukan melalui berbagai media, baik secara langsung (tatap muka) maupun melalui media massa. Dakwah bertujuan untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan pemahaman agama, serta memperkuat iman dan ketaqwaan individu dan masyarakat.

Dakwah sebagai suatu aktivitas dan usaha pasti mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Sebab tanpa tujuan ini maka segala bentuk pengorbanan dalam rangka kegiatan dakwah itu menjadi sia-sia. Dakwah memiliki dua tujuan yaitu:

Tujuan dakwah dari segi obyeknya

Tujuan dakwah dari obyeknya terbagi menjadi empat macam yaitu:

Tujuan perorangan, yaitu terbentuknya pribadi muslim yang mempunyai iman yang kuat. Berprilaku sesuai dengan hukum-hukum yang disyari’atkan Allah SWT dan berakhlaq karimah. Diharapkan agar pribadi-pribadi umat manusia itu menjadi muslim secara tuntas, dari ujung rambut ke dua tumit telapak kakinya,sebagaimana diperintahkan Allah SWT.

Tujuan untuk keluarga, yaitu terbentuknya keluarga bahagia, penuh ketentraman dan cinta kasih antara anggota keluarga.

Tujuan untuk masyarakat, yaitu terbentuknya masyarakat sejahtera yang penuh dengan suasana ke-islaman. Suatu masyarakat dimana anggota-anggota mematuhi peraturan-peraturan yang telah disyari’atkan oleh Allah SWT, baik yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan alam sekitarnya, saling bantu membantu,penuh rasa persaudaraan, senasib sepenanggungan.

Tujuan untuk umat manusia ,yaitu terbentuknya masyarakat dunia yang penuh dengan kedamaian dan ketenangan dengan tegaknya dunia tanpa diskriminasi dan ekploitasi, saling tolong-menolong dan hormat menghormati. Dengan demikian alam smesta ini seluruhnya dapat menikmati islam sebagai rahmat bagi mereka.

Tujuan dakwah dari segi materi

Tujuan akidah, yaitu tertanamnya suatu akidah yang mantap di setiap hati seseorang, sehingga keyakinan tentang ajaran-ajaran Islam itu tidak lagi dicampuri dengan rasa keraguan.

Tujuan hukum, yaitu kepatuhan setiap orang terhadap hukum-hukum yang telah disyari’atkan oleh Allah SWT. Realisasinya ialah orang yang belum melakukan ibadah menjadi orang yang mau melakukan ibadah dengan penuh kesadaran, bagi orang yang belum mematuhi peraturan-peraturan agama Islam menjadi orang yang mau dengan kesadarannya sendiri mematuhi peraturan-peraturan itu.

Tujuan akhlak, yaitu terbentuknya pribadi muslim yang luhur, dihiasi dengan sifat-sifat yang terpuji dan bersih dari sifat-sifat yang tercela.

Hubungan dia dengan Tuhannya. Misalnya menjadi dirinya sendiri sebagai seorang hamba Allah yang setia, tulus dan tidak menghambakan dirinya kepada hawa nafsunya atau kepada selain Allah SWT.

Hubungan dia dengan dirinya. Misalnya terhiasi dirinya dengan sifat-sifat terpuji seperti jujur, berani, mau memelihara kesehatan jasmani dan rohaninya, rajin bekerja dan penuh disiplin.

Hubungan dia dengan sesama muslim. Yaitu mencintai sesama muslim sebagaimana mencintai diri sendiri.

Hubungan dia dengan sesama manusia. Yaitu dengan saling tolong menolong, hormat-menghormati dan memelihara kedamaian bersama.

Hubungan dia dengan alam sekelilingnya. yaitu dengan memelihara kelestarian alam semesta dan mempergunakannya untuk kepentingan umat manusia dan sebagai tanda kebaktiannya kepada Allah SWT sebagai dzat pencipta alam smesta.

Hubungan dia dengan kehidupan. Demikian pada setiap manusia supaya bersikap sedang di dalam menikmati kehidupan alam semesta duniawi ini dan kenikmatan yang dihalalkan oleh agama Islam jangan sampai terlalu bermewah-mewahan atau selalu serba kekurangan. Hidup dengan penuh kesederhanaan.


Pengertian Ilmu Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atau salah satu carayang dilakukan seorang manusia untuk berhubungan dengan orang lain, dengan berbagai tujuan yang ingin dicapainya.Ilmu komunikasi adalah disiplin ilmu yang mempelajari proses penyampaian pesan antara pengirim (komunikator) dan penerima (komunikan). Ilmu ini tidak hanya terbatas pada satu konteks tertentu, melainkan mencakup berbagai ranah, termasuk komunikasi interpersonal, komunikasi massa, dan komunikasi organisasi. Fokus dari ilmu komunikasi adalah efektivitas penyampaian pesan dan bagaimana pesan tersebut diterima dan dipahami oleh audiens.

Manusia secara fitrahnya sebagai makhluk sosial senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya, ingin mengetahui lingkungan sekitar, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa manusia untuk berkomunikasi. Menurut Harold D. Lasswell, seorang peletak dasar ilmu komunikasi menyebutkan ada tiga fungsi dasar mengapa manusia perlu berkomunikasi, yaitu hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya, upaya manusia untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan, dan upaya manusia untuk melakukan transformasi warisan sosialisasinya. Ketiga fungsi ini yang menjadi patokan dasar bagi setiap individu dalam berhubungan dengan sesama anggota masyarakat. Sehingga saat ini keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam mencapai sesuatu yang diinginkan termasuk karir, banyak ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi. 

Sifat manusia untuk menyampaikan keinginan dan mengetahui hasrat orang lain, merupakan awal keterampilan manusia berkomunikasi secara otomatis melalui lambang isyarat, kemudian disusul kemampuan untuk memberi arti setiap lambang-lambang itu dalam bahasa verbal. Komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, menembus ruang dan waktu. Selain itu komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran, perasaan dan kebutuhan seseorang dengan dunia luarnya serta membuat cakrawala seseorang menjadi luas. Syarat utama terjadinya sebuah komunikasi adalah adanya interaksi antara para komunikator (penerima dan pemberi pesan). Selain menggunakan bahasa, gerak, isyarat, dan tanda, komunikasi juga dapat dilakukan dengan media lainnya. Era globalisasi saat ini, media komunikasi memberi kontribusi signifikan terhadap perubahan dunia. Komunikasi di abad kontemporer ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, tanpa hambatan ruang dan waktu. Fenomena komunikasi inilah yang menjadi bagian dari studi ilmu komunikasi. 

Ilmu komunikasi dalam proses pertumbuhannya merupakan studi retorika dan jurnalistik yang banyak berkaitan dengan pembentukan pendapat umum (opini publik). Namun seiring kemajuan dan perkembangan zaman, ilmu komunikasi yang pada awalnya hanya dipelajari di lembaga-lembaga pendidikan ilmu sosial politik. Saat ini tumbuh hampir di seluruh disiplin ilmu. atau dengan kata lain komunikasi sebagai ilmu yang multidispliner. Sebagai ilmu yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi telah lama menarik perhatian para ilmuan (pakar) yang ahli di bidangnya namun di luar bidang komunikasi. Para ilmuwan tersebut adalah : John dewey (psikologi dan filsafat); Charles Horton Cooley (sosiologi); Robert E. Park (filsafat dan sosiologi); George Herbert Mead (filsafat dan psikologi); Kurt Lewin (psikologi); Nobert Weiner (matematika); Harold D. Lasswell (ilmu politik); Carl Hovland (psikologi eksperimen); Paul F. Lazarsfeld (Matematika dan Sosiologi); Claude E. Shannon (Elektronika); Wilbur Schramm (Kesusastraan); Everett M. Rogers (Sosiologi Pedesaan).

Perbedaan Antara Dakwah Dan Ilmu Komukasi

Tujuan

Dakwah: Bertujuan untuk menyebarkan ajaran agama dan membimbing umat agar lebih memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Ilmu Komunikasi: Mempelajari proses penyampaian pesan dalam berbagai konteks tanpa fokus khusus pada agama atau moral tertentu.

Metode

Dakwah: Menggunakan metode yang mengedepankan nilai-nilai agama, seperti ceramah, khutbah, dan pengajaran berbasis Al-Qur'an dan Hadis. Ilmu Komunikasi: Berbasis pada analisis ilmiah, menggunakan pendekatan seperti analisis komunikasi verbal dan non-verbal, media komunikasi, dan teori komunikasi.

Konteks 

Dakwah: Berpusat pada konteks religius, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas spiritual umat Islam. Ilmu Komunikasi: Konteksnya lebih luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan seperti bisnis, politik, budaya, dan sosial.

Audiens

Dakwah: Biasanya ditujukan kepada komunitas Muslim atau mereka yang ingin memahami Islam lebih dalam. Ilmu Komunikasi: Audiens dapat berupa siapa saja dalam konteks yang lebih luas dan beragam.

Konten Pesan 

Dakwah: Berisi ajaran agama, moral, dan spiritual. Ilmu Komunikasi: Pesannya lebih netral dan tidak terikat pada ajaran agama tertentu, melainkan fokus pada penyampaian informasi secara efektif.



BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dakwah merupakan kegiatan menyampaikan ajaran Islam untuk mengajak orang menuju kebaikan dan iman, sedangkan ilmu komunikasi adalah disiplin akademis yang mempelajari proses penyampaian pesan antara komunikator dan komunikan dalam berbagai konteks. Dakwah berfokus pada aspek spiritual dan religius dengan tujuan membimbing umat, sedangkan ilmu komunikasi lebih luas mencakup teori dan praktik penyampaian informasi dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, media, dan hubungan social.

Dakwah dan ilmu komunikasi sering kali dianggap berkaitan erat karena keduanya melibatkan penyampaian pesan kepada khalayak. Namun, keduanya memiliki tujuan, metode, dan konteks yang berbeda. Dakwah lebih berfokus pada penyebaran nilai-nilai agama, khususnya Islam, sedangkan ilmu komunikasi mencakup studi yang lebih luas tentang bagaimana pesan disampaikan, diterima, dan dipahami di berbagai konteks social. Walaupun dakwah dan ilmu komunikasi sama-sama melibatkan penyampaian pesan, mereka memiliki perbedaan mendasar dalam hal tujuan, metode, dan konteks. Dakwah bertujuan untuk menyebarkan nilai-nilai agama dan memperbaiki akhlak umat, sedangkan ilmu komunikasi lebih fokus pada analisis proses komunikasi dalam berbagai konteks kehidupan. Pemahaman yang baik tentang kedua hal ini sangat penting, terutama bagi mereka yang terlibat dalam penyebaran pesan keagamaan di era modern.

Saran 

Penulis menyadari sepenuhnya jika makalah ini masih banyak kesalahan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu untuk memperbaiki makalah tersebut penulis meminta kritik yang membanung dari para pembaca.


DAFTAR PUSTAKA


Cangara, Hafied. "Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi Revisi." Jakarta: Raja Grafindo Persada (2007).

Effendy, Onong Uchjana. (2007). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hardian, Novri. "Dakwah Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Hadits." Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Dan Ilmu Komunikasi (2018): 42-52.

Milyane, Tita Melia, et al. Pengantar ilmu komunikasi. Penerbit Widina, 2022.

Nurdin, Abdul Hadi. (2005). Dakwah Islam dalam Perspektif Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: LKiS.





Komentar

Postingan Populer